BISNIS PLAN

on Minggu
§TUJUAN / KEGUNAAN BISNIS PLAN:
1.
  1. Untuk meyakinkan pihak-pihak yang berkepentingan, apakah layak tidak layaknya rencana suatu usaha.
  2. Sebagai pedoman bagi wirausaha dalam melaksanakan suatu usaha.
  3. Sebagai dasar bagi pengusaha dalam mengajukan kredit atau pinjaman kepada pihak investor.
UNSUR-UNSUR BISNIS PLAN
§Unsur-unsur yang minimal harus disajikan dalam bisnis plan ini adalah antara lain:
1.
  1. LATAR BELAKANG BISNIS 
  2. PERENCAAN PEMASARAN 
  3. PERENCANAAN PRODUKSI/OPERASI 
  4. PERENCANAAN ORGANISASI 
  5. PERENCANAAN KEUANGAN 
  6. JADWAL PELAKSANAAN 
  7. RUMUSAN
  8. LAMPIRAN DOKUMEN PENDUKUNG
E1. LATAR BELAKANG BISNIS
§Hal yang minimal harus disajikan dalam latar belakang ini antara lain sebagai berikut:
1.
  1. Latar belakang atau peluang-peluang yang mendasari dalam memilih usaha.
  2. Fasilitas-fasilitas apa yang telah dimiliki untuk menjalankan usaha ini.
  3. Manfaat-manfaat apa yang akan diperoleh dari rencana usaha ini.
  4. Kedudukan fisik atau rencana lokasi usaha dan atau lokasi bisnis beroperasi.
E2. PERENCAAN PEMASARAN
§Pemasaran merupakan salah satu kegiatan bisnis yang terpenting dalam menentukan maju mundurnya suatu bisnis. Kegiatan pemasaran perlu dimulai sebelum sesuatu bisnis itu mulai beroperasi. Pelaksanaannya ialah melalui suatu proses pemasaran yang sistematik:
1.
  1. Menganalisis peluang-peluang yang terdapat di dalam pasar. Analisis ini perlu berdasarkan kebutuhan dan keinginan pelanggan selaras dengan konsep pemasaran yang menekankan  kepuasan pelanggan/konsumen. 
  2. Memilih peluang yang dapat diambil berdasarkan kepada kemampuan dan objektif bisnis 
  3. Meneliti dan menilai pasar untuk menentukan keuntungan yang sesuai dari pasar yang dimasuki. Diantar unsur-unsur utama yang perlu diteliti ialah profil pasar, ukuran pemasaran, bagian pemasaran yang dapat diperoleh, tahap persaingan, arah aliran pemasaran dan lingkungan luar pemasaran. 
  4. Menentukan sasaran pemasaran atau kelompok pembeli dan bakal pembeli yang dipilih untuk diberi perhatian utama dalam pemasaran sebuah bisnis. 
  5. Membentuk campuran pemasaran (marketing mix) yang sesuai dengan sasaran pasar. Marketing mix ini merupakan gabungan strategi-strategi barang, harga, promosi, dan distribusi. 
  6. Melaksanakan rencana pemasaran seperti apa yang direncanakan. Berbagai strategi dapat digunakan disamping mengawasi anggaran pemasaran yang digunakan. 
  7. Mengelola, mengawasi serta menilai usaha-usaha pemasaran yang kontinyu.

Bisakah Bikin Usaha Hanya dengan Uang 100 Ribu?

on Senin
Oleh Gusti Bob.

Begitulah pertanyaan salah satu orang India tinggal di Calif sana (sebenarnya dia menyebutkan $10, jadi kalau di Rupiahkan sekitar Rp 85,000) via email, yang mengenal saya melalui forum di BusinessWeek (Bloomberg). Nah, menurut pembaca, bisa tidak memulai usaha hanya dengan memiliki uang Rp 100 ribu?

Saya yakin pertanyaan yang sama juga ada di kepala banyak orang di Indonesia. Dan jika ditanyakan kepada para perencana keuangan, koki uang atau apalah sebutannya di Indonesia, pasti disarankan untuk menyimpan uang tersebut—bisa-bisa malahan dianggap pertanyaan main-main.
Bagi saya yang tidak punya predikat koki uang, tidak ada yang namanya uang kecil. Uang adalah uang—sekecil apapun bisa dikelola. Jika ada orang yang masih berpikir uang kecil-uang besar, maka saya menganggap orang tersebut bukan memiliki masalah ‘keuangan’, melainkan sedang menghadapi masalah ‘mental’.

Ada kecenderungan pada banyak orang untuk menjadi salah persepsi terhadap uang dan usaha. Salah satunya, berpikir bahwa untuk menjalankan usaha diperlukan uang yang banyak. Banyak sekali—seolah-olah yang dibutuhkan oleh perusahaan [agar bisa berjalan] hanya uang. Bahkan banyak orang (terutama sekali para akuntan) yang mengatakan bahwa: Jika dianalogikan dengan tubuh manusia, kas (uang) adalah darahnya perusahaan—tanpa uang perusahaan akan mati.

Pertanyaannya: Benarkah manusia hanya butuh darah untuk hidup?
Saya khawatir jawabannya: TIDAK BENAR. Yang sungguh-sungguh dibutuhkan oleh manusia adalah oksigen, karbohidrat, mineral dan vitamin (makanan). Dan fungsi darah hanya mengedarkan zat-zat tersebut. Andai saja ada bentuk lain [selain darah] yang bisa berfungsi mengedarkan zat-zat tersebut, maka darah tidak akan dibutuhkan lagi.
Kesalahan persepsi umum inilah yang melahirkan anggapan bahwa untuk memulai usaha dibutuhkan banyak uang. Faktanya, ada banyak hal yang dibutuhkan jauh sebelum uang. Apa saja itu?

1. Produk/Jasa
Bisakah menjalankan usaha tanpa produk/jasa? Tidak. Tidak ada usaha apapun yang bisa berjalan tanpa memiliki produk/jasa. Dan untuk sukses, yang dibutuhkan pastinya bukan produk biasa-biasa saja, melainkan produk berkwalitas yang memiliki daya saing tinggi. Produk yang bisa menarik minat orang di antara hiruk-pikuknya persaingan usaha.
Mungkin seseorang memiliki uang (untuk modal usaha) dalam jumlah milyaran, tetapi itu samasekali tidak menjamin bisa menjalankan usaha. Sementara seseorang yang hanya memiliki uang 100 ribu saja, tetapi memiliki daya kreatifitas tinggi jauh lebih memiliki kesempatan untuk menciptakan produk unik dan berkwalitas.
Untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan seringkali bukan uang, melainkan DAYA KREATIFITAS.

2. Pasar
Menghasilkan produk yang tidak memiliki pasar (market) tidak bisa disebut usaha, melainkan hanya hobi.  Untuk berjalan dengan baik, diperlukan pasar yang teridefinisi, bisa dimengerti, dan bisa diidentifikasi dengan sangat baik dalam skala yang luas. Idealnya, diperlukan orang yang bukan saja menyukai, tetapi yang sungguh-sungguh membutuhkannya, akan mengalamai kesulitan besar jika harus menjalani hidup tanpa produk yang anda hasilkan.
Jika orang-orang seperti ini tidak diketahui, atau tidak bisa ditemukan, atau memang tidak ada, maka modal bermilyar-milyarpun tidak akan bisa membuat produk yang dihasilkan bisa terjual. Artinya, juga tidak menjamin usaha bisa berjalan.

3. Tindakan
Oke. Mungkin sesorang mememiliki ide yang luar biasa untuk menghasilkan produk yang menurutnya juga memiliki potensi pasar yang luas. Orang lainnya lagi, mungkin menghabiskan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk menggodog ide, melakukan penelitian pasar, memperhitungkan segala kemungkinan untuk pengembangannya kelak. Tetapi, apalah artinya itu semua tanpa tindakan yang nyata.
Untuk menjalankan itu semua, diperlukan tindakan nyata. Lambat mengeksekusi ide, bisa jadi pasar telah terambil alih oleh orang lain.

4. Penyelesaian
Ide yang diwujudkan setengah-setengah masih lebih baik dibandingkan dengan ide yang samasekali tidak pernah diwujudkan.  Eksekusi ide tidak harus sempurna—dalam banyak kasus, ‘menjadi-produktif’ jauh lebih baik (dan memungkinkan) dibandingkan ‘menjadi-sempurna’. Akan tetapi, seburuk-buruknya, ide yang dieksekusi haruslah bisa diselesaikan menjadi sesuatu yang bisa dijual/dipertukarkan dengan uang.
Jadi ada 4 hal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha, jauh lebih penting dibandingkan sekedar uang, yaitu: produk, pasar, tindakan, dan penyelesaian. Tanpa keempatnya, bahkan modal bermilyar-milyarpun tidak akan ada artinya. 
Mungkin ada yang ingin bertanya: “Lalu, apakah dengan uang 100 ribu, saya mampu melakukan keempatnya?

Bahkan anda bisa melakukannya tanpa uang. Karena yang saya maksudkan dengan produk di sini tidak selalu barang kasat mata, bisa jadi ide, gagasan, atau konsep—yang disebut dengan ‘hak kekayaan intelektual’ yang bisa anda jual. Itulah jawaban yang saya berikan terhadap orang India yang 2 tahun lalu memperkenalkan saya dengan satu keluarga yang sampai saat ini menjadi klien jarak jauh saya. Berapa modal yang saya perlukan untuk mendapatkan klien tersebut? 
Hanya sambungan internet, kreatifitas, semangat, dan keyakinan.

SERTIFIKASI INSTAR-LIFE

on Rabu
SERTIFIKASI INTERNASIONAL PENYARING DAN PEMURNI AIR SIAP MINUM INSTAR-LIFE :

  1. ISO 9001 :2000     (MOODY International Certification dan UKAS Quality Management)
  2. Member of WATER QUALITY ASSOCIATION, World Assembly Division
  3. Member of Water Quality Association, USA 1019886

Watak Wirausaha

Watak Wirausaha:


EBertanggungjawab
§

ELebih menyukai resiko sederhana

Keyakinan dg kemampuan sendiri utk sukses

Keinginan mendapat umpan balik langsung

EEnergik
§
Berorientasi kedepan

Keterampilan mengelola organisasi

Menilai prestasi lebih tinggi daripada uang

Terlalu menginginkan peluang

Daya kreativitas dan fleksibilitas

§

E

Pengertian dan Konsepsi Kewirausahaan

E
  • Pengertian Kewirausahaan : 
ÄSemangat , sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.

  • Para Wirausaha adalah orang-orang yang mengetahui bagaimana menentukan keputusan dalam pekerjaan dan bangga terhadap prestasinya.
  • Para Wirausaha adalah individu-individu yang berorientasi pada tindakan dan bermotivasi tinggi yang mengambil resiko dalam mengejar tujuan.
  • Wirausaha adalah orang yang selalu berubah dan berkembang. Mempunyai sikap positif, kreatif, inovatif, dan citra diri yang sehat.
ÜKewirausahaan pertama kali muncul pada abad ke 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll.
ÜTujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama.
ÜSecara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan.
ÜBerjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007).
ÜPengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). 

§Richard Cantillon (1775): Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu.
§Definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.
§Jean Baptista Say (1816): Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.